“Makan Batu” Film Terbaik DFF 2016


'Makan Batu', film dokumenter karya Ririn Dwi Lestari, yang mengisahkan perjuangan para ibu di Gunung Kendeng, Jawa Tengah, berjuang mempertahankan desa dan kawasan pertanian mereka dari desakan pembangunan pabrik semen, dinobatkan sebagai film terbaik dalam ajang Denpasar Film Festival (DFF) 2016.

Film dengan produser Gunawan Budi Susilo, menyisihkan empat nominasi lainnya yakni, Love Behind Bars karya Sigit Purwono dari Denpasar, Sikola Baruak karya Gery Arsuma dari Padang, Silent Blues of The Ocean karya Arfan Sabran dan Andi F. Azzahra daro Makassar dan Tledhek karya Vicky Hendri Kurniawan dari Banyuwangi.

Atas kemenangan itu, film yang juga tayang dalam program 'Bumi & Manusia' tvOne, berhak memboyong trofi DFF dan hadiah uang tunai Rp20 juta.

Selain film terbaik, tahun ini dewan juri yang terdiri dari Slamet Rahardjo Djarot, Rio Helmi, Dr. Lawrence Blair, I Wayan Juniartha, Bre Redana, dan Prof I Made Bandem, memberi dua penghargaan khusus kepada film Silent Blues of The Ocean atas capaian sinematografinya dan Tledhek  untuk kemampuan bertuturnya. Kedua peraih penghargaan khusus ini memperoleh hadiah uang tunai masing-masing sebesar Rp5,5 juta.

Lomba film dokumenter merupakan program utama DFF. Program lainnya dalam festival yang sudah menginjak tahun ketujuh ini adalah pelatihan, pendampingan produksi,  pameran esai foto, diskusi, pemutaran film, dan lomba resensi film.


Pemenang Lomba Film Dokumenter Denpasar Film Festival (DFF) 2016

Kategori Umum:
1. Makan Batu (Ririn Dwi Lestari - Jakarta)  - Film Terbaik
2. Love Behind Bars (Sigit Purwono - Denpasar) - Nominee
3. Sikola Baruak (Gery Arsuma - Padang) - Nominee
4. Silent Blues of The Ocean (Arfan Sabran dan Andi F. Azzahra - Makassar) - Penghargaan Khusus
5. Tledhek (Vicky Hendri Kurniawan - Banyuwangi) - Penghargaan Khusus.

Kategori Pelajar:
Juara 1 Penting (Karangasem)
Juara 2 Pemuek (Bangli)
Juara 3 PDAM Leak (Klungkung)

Source: 

Read more...
Copyright © 2017 denpasarfilmfestival.com