Kurator Denpasar Film Festival 2017




Putu Kusuma Widjaja (Kurator) adalah lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang melanjutkan studi pada  Film Academie Amsterdam. Selepas menyelesaikan studi pada 1994 Kusuma Widjaja bekerja di sebuah stasiun televisi swasta nasional. Di sana ia berkarir sebagai pegawai selama sepuluh tahun, sebelum akhirnya memutuskan untuk keluar dan berdiri sendiri.

Sebagai sineas, Kusuma Widjaja pernah terlibat dalam berbagai produksi film antara lain dalam film layar lebar Under The Tree arahan sutradara Garin Nugroho. Dalam film tersebut ia berparan sebagai asisten sutradara. Sebelumnya, Kusuma Widjaja terlibat dalam berbagai produksi serial televisi antara lain  Lupus, Dua Dunia, Tirai Sutra, Disaksikan Bulan dan Fantasi.

Ketika pulang ke Bali, Kusuma Widjaja sempat bekerja sebagai penulis skrip dan editor di sebuah rumah produksi di Ubud, Jungle Run. Di situ ia pernah terlibat dalam pembuatan film dokumenter mengenai wabah flu burung, juga dalam pembuatan film dokumenter tentang masyarakat suku Komoro di Papua.  Beberapa film karya Kusuma Widjaja seperti On Moter's Head, berhasil menembus Amsterdam Documentary Film Festival (IDFA) dan Rotterdam Film Festival.

 
Gerzon Ron Ayawaila (Kurator), menjadi Kurator pada DFF 2014, 2015. Gerzon adalah Lulusan Universiteit van Amsterdam ini  adalah pengajar Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Pendiri Komunikatif Foundation, dan  anggota Badan Perfilman Indonesia (BPI).  Ia pegiat dan motivator yang sangat getol memajukan film dokumenter. Gerzon kerap memberi pelatihan produksi film dokumenter untuk stasiun-stasiun televisi maupun untuk komunitas-komunitas film di berbagai daerah di Indonesia. Dalam banyak produksi film dokumenter Gerzon menangani sendiri urusan penyutradaraan, penulisan naskah, dan riset.
Gerzon adalah penulis teori film yang produktif. Bukunya “Dokumenter; Dari Ide Hingga Produksi” merupakan buku panduan produksi film dokumenter yang banyak dirujuk oleh para sineas untuk mendalami film dokumenter. Ratusan artikel tentang film dokumenter telah ia tulis. Sebagian ia publikasikan melalui web blog pribadinya: http://gerzonayawaila. blogspot.com.


Tonny A. Trimarsanto (Kurator) adalah pembuat film dokumenter peraih penghargaan Film Terbaik  di Festival Film Dokumenter Yogyakarta dari film Gerabah Plastik dan Excellence Award di Tokyo International Film Festival Japan 2003 dari film Tanah Impian.   Pada 2007 filmnya, Renita Renita,  menjadi Best Asia Film  di 9th Cinemanila Inter-national Film Festival Philipina film ini juga meraih Best Popular Film di Culture Unplugged Film Festival India. Tahun 2013 mendapat Arnone-Bellavite Pellegrini Prize dari film  It’s a Beautiful Day  di  23rd African, Asian and Latin American Film Festival, Milano Italia.

Filmnya Serambi  diputar di  Competition at 59th Cannes Film Festival 2006 (Un Certain Regard), 24th Miami International Film Festival 2007, San Fransisco International Film Festival and Tokyo International Film Festival 2007.

Mangga Golek Matang di Pohon (The Mangoes) diputar di  IDFA Netherland, Southeast Asian Int Film Festival Singapore, DMZ International Film Festival Korea, Cambodia Int Film Festival, Q Int Film festival, FFI Indonesia, Luang Prabang Film Festival Laos , FFD Yogyakarta, Jiffest dan lain lain.

Tonny pernah menjadi  juri Jiffest, Asia Netpac, FFD dan Anti Corruption Film Festival.Membaca Film Garin, Pemula dalam Dokumenter, Catatan Proses Renita Renita, adalah beberapa buku yang pernah dikerjakannya. Menjadi kurator DFF sejak 2015.

Read more...
Copyright © 2017 denpasarfilmfestival.com