Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Tentang Denpasar Film Festival 2018


Air telah menjadi isu  krusial. Beberapa daerah di Indonesia telah mengarah pada situasi yang jika tidak dilakukan upaya mitigasi secara sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan akan mengakibatkan krisis air.

Di tengah situasi di mana segala sesuatu dipandang sebagai komoditas, kontur bumi beserta karakteristik dan ekosistem di atasnya berubah total.  Sumber air dan alurnya hingga ke hilir berganti rupa. Sebagian bahkan kering dan lenyap. Ironisnya, di banyak tempat situasi tersebut justru semakin memperkuat semangat individualisme. Untuk menyamankan diri sendiri, banyak orang rela melakukan apa saja, termasuk menyedot sumber daya yang semestinya untuk kepentingan bersama. Rasa persaudaraan pun turut susut karenanya.

Memandang isu air demikian pentingnya, setelah pada tiga festival sebelumnya telah mengangkat isu berkait air yakni “Air dan Peradaban” (2015), “Air dan Kehidupan” (2016), “Air, Perempuan, dan Anak-anak” (2017),  tahun ini Denpasar Film Festival (DFF) hadir dengan tema “Air, Tanah, dan Tanah Air.

Ini adalah bentuk kepedulian dari festival ini terhadap ancaman krisis air di berbagai daerah di Indonesia, sekaligus sebagai ajakan bertindak kepada para pembuat film untuk peduli dan turut berbuat mengatasi situasi ini.

Pada DFF 2018 tema di atas menjiwai sebagian besar aktivitas penyelengaraan seperti pada pelatihan, pemutaran film, pendampingan produksi, pameran foto, dan lomba resensi. Hanya pada lomba film dokumenter, karena pertimbangan tertentu, tema tersebut tak mengikat secara langsung.